Jumat, 22 Mei 2009
setelah pratikum diharapkan dapat:
1. memahami konsep routing dengan benar
2. memahami yang terjadi pada router (perangkat routing)
3. melakukan instalasi dan konfigurasi dari pc yang dijadikan router (pc router)
B. alat dan bahan :
alat dan bahan yang dibutuhkan pada praktikum kali ini adalah :
1. computer pribadi (pc) yang akan dijadikan server (pc router)
2. Komputer Pribadi (PC) yang akan dijadikan client
3. Sistem operasi dengan fasilitas NOS (Windows 2000 server atau Windows 2003)
4. NIC 2 buah untuk masing-masing PC yang akan dijadikan router
Kabel UTP yang sudah terpasang Hub Switch
Routing (Perutean) merupakan cara bagaimana suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan.
Perutean secara static dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. Default Gateway
2. Static Route
Penggunaan Default gateway dan static route tersebut diatas dapat kita perhatikan sesuai dengan kebutuhan kita pada saat mendesain suatu jaringan, apakah route yang dibuat agak kompleks atau sederhana.
Untuk desain route sederhana kemungkinan besar dapat digunakan dengan menggunakan default gateway. Tetapi seandainya kondisi jaringan sudah begitu kompleks dapat kita menggunakan routing static atau kedua-duanya secara kombinasi yakni menggunakan dafault gateway dan static route pada titik-titik tertentu.
Perhatikan kondisi jaringan berikut
PC Router
A. tujuan :
setelah pratikum diharapkan dapat:
1. memahami konsep routing dengan benar
2. memahami yang terjadi pada router (perangkat routing)
3. melakukan instalasi dan konfigurasi dari pc yang dijadikan router (pc router)
B. alat dan bahan :
alat dan bahan yang dibutuhkan pada praktikum kali ini adalah :
1. computer pribadi (pc) yang akan dijadikan server (pc router)
2. Komputer Pribadi (PC) yang akan dijadikan client
3. Sistem operasi dengan fasilitas NOS (Windows 2000 server atau Windows 2003)
4. NIC 2 buah untuk masing-masing PC yang akan dijadikan router
Kabel UTP yang sudah terpasang Hub Switch
Routing (Perutean) merupakan cara bagaimana suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan.
Perutean secara static dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. Default Gateway
2. Static Route
Penggunaan Default gateway dan static route tersebut diatas dapat kita perhatikan sesuai dengan kebutuhan kita pada saat mendesain suatu jaringan, apakah route yang dibuat agak kompleks atau sederhana.
Untuk desain route sederhana kemungkinan besar dapat digunakan dengan menggunakan default gateway. Tetapi seandainya kondisi jaringan sudah begitu kompleks dapat kita menggunakan routing static atau kedua-duanya secara kombinasi yakni menggunakan dafault gateway dan static route pada titik-titik tertentu.
Perhatikan kondisi jaringan berikut :
Kamis, 21 Mei 2009
Installasi Win XP
| FT UNP Padang | Lembaran : Jobsheet |
| Jurusan : Teknik Elektronika | Mata Kuliah : jaringan Komputer |
| Nama/Nim: Gunarso/80630 | Topik :Installasi Windows XP |
| Kode : 02/ELK-Jarkom/2007 | Judul : Sistem Operasi |
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah agar mahasiswa mampu:
1. Mengenal system operasi
2. Melakukan sistem operasi XP
- ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum adalah:
1. Komputer (PC)
2.CD Master Windows XP
- TEORI PENDUKUNG
Sistem operasi windows 98 dan XP merupakan sistem operasi paling populer di Indonesia selain beberapa varian Linux yang saat ini sedang digemari para pecinta produk open source. Windows adalah system operasi milik pabrikan Microsoft yang sampai saat ini sudah mengeluarkan banyak versi, seperti windows 3.11, windows 95, windows 98, windows ME, windows 2000, windows XP dan lain-lain.
Proses Instalasi software dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
a. Melalui Prompt DOS
Cara ini dilakukan apabila belum terdapat system operasi dalam suatu komputer.
b. Melalui Bootable CD
Cara ini dilakukan apabila CD master program yang akan diinstal bersifat bootable (bisa digunakan untuk booting) sehingga bisa mengganti fungsi sistem operasi saat proses booting berlangsung.
c. Melalui Windows Explorer
Ini dilakukan apabila sudah terdapat sistem operasi windows.
Istilah-istilah dalam instalasi sebuah software.
1. Autorun
Setelah CD master program yang akan diinstal dimasukkan ke CD drive, secara otomatis akan muncul tampilan wizard untuk melakukan proses instalasi tanpa harus mengakses ke file eksekusai instalasi (setup.exe / install.exe).
2. Setup exe
Adalah nama file yang paling umum digunakan untuk menjalankan eksekusi installasi suatu software.
3. Install exe
Merupakan nama file yang fungsinya sama dengan setup exe namun file ini jarang digunakan. Biasanya dalam CD master program menggunakan salah satu file itu (setup.exe atau install.exe) untuk menjalankan eksekusi instalasi software.
4. CD key
Adalah kode yang digunakan untuk meregistrasi software yang diinstal sehingga mendapat lisensi dari pembuatnya. Saat menjalankan wizard instalasi software akan diminta kode untuk dimasukkan. Kode tersebut tersimpan dalam file berekstensi txt yang biasanya bernama Cdkey.txt atau Serial.txt atau serialno.txt dan nama file yang lain yang hampir sama. File ini dapat dibuka dengan notepad.
Proses Installasi Microsoft Windows XP melalui Bootable CD dengan asumsi harddisk sudah dipartisi dan diformat serta belum ada system operasi yang terinstall. Bahan yang diperlukan adalah Bootable CD master Windows XP Profesional dan CDROM drive. Formatnya adalah sebagai berikut:
Gambar. Bagan Instalasi Windows XP
Proses instalasi Windows XP Proffesional tidak bisa dijalankan under DOS, sehingga untuk proses instalasi harus menggunakan CD master Windows XP yang bootable agar dapat langsung menjalankan wizard instalasinya. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan menginstall terlebih dulu versi windows yang dapat dijalankan under DOS seperti windows 98, setelah selesai kemudian jalankan proses instalasi windows XP melalui jendela windows explorer. Hal ini dapat dilakukan untuk menimpa windows 98 agar menjadi windows XP, syaratnya destinasi direktori harus sama yaitu c:\>windows.
- LANGKAH KERJA
a. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam praktikum.
b. Memeriksa keadaan alat dalam keadaan baik.
c. Menghidupkan computer dengan menekan tombol power.
d. Menekan tombol Delete pada keyboard saat booting berlangsung.
e. Memilih BIOS Feature SETUP menggunakan anak panah ke bawah pada keyboard, kemudian menekan enter.
f. Memindahkan posisi Boot Sequence ke “CD ROM,C” yaitu booting awal dimulai dari floppy disk drive dengan menggunakan Page Down/Page UP pada keyboard
g. Menekan ESC, kemudian memilih item Save & Exit Setup dan menekan tombol enter.
h. Menekan Y dan komputer kembali melakukan booting.
i. Memasukkan bootable CD Master Windows XP Profesional hingga muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.
Gambar Tampilan Microsoft Windows XP
a. Mengklik tombol pilihan Setup XP Professional (MSDN-VLK).
k. Mengklik tombol Install Windows XP.
l. Memilih I accept to agreement, kemudian mengklik tombol Next
gambar . License Agreement
Gambar . Youer Product Key
m. Mencantumkan serial nomor pada kotak isian kemudian mengklik tombol Next. k. Kliklah tombol Next.
n. Melanjutkan sampai proses instalasi selesai dan komputer melakukan restarting.
o. Setelah proses instalasi selesai maka akan terlihat ampilan Windows XP pada layar monitor sebagai berikut:
Gambar . Tampilan Windows XP
Proses Instalasi software dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu: pertama melalui Prompt DOS apabila belum terdapat system operasi dalam suatu komputer. Yang kedua adalah melalui Bootable CD apabila CD master program yang akan diinstal bersifat bootable (bisa digunakan untuk booting) sehingga bisa mengganti fungsi sistem operasi saat proses booting berlangsung. Yang terakhir adalah melalui Windows Explorer apabila sudah terdapat sistem operasi windows.
Proses instalasi Windows XP Proffesional tidak bisa dijalankan under DOS, sehingga untuk proses instalasi harus menggunakan CD master Windows XP yang bootable agar dapat langsung menjalankan wizard instalasinya. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan menginstall terlebih dulu versi windows yang dapat dijalankan under DOS seperti windows 98, setelah selesai kemudian jalankan proses instalasi windows XP melalui jendela windows explorer.

